Kamis, 16 Juni 2016

Kata Pengantar

Kata Pengantar :

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan laporan desain produksi portal media online dengan judul Desain Produksi Portal Media “indoonnews.blogspot.com”

Memang tak mudah memang usaha kami untuk menyelesaikan tugas ini, sempat di terpa hujan dan panasnya terik matahari namun tak menyurutkan semangat kami untuk mendapatkan berita yang menarik untuk di baca oleh pengunjung media online.

Dalam laporan desain produksi ini juga berisikan tentang filosofi dari portal media, perkembangan media online, pengertian teknologi komunikasi, teknologi pendukung media dan juga dampak dari perkembangan teknologi komunikasi.


Kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini mungkin masih terdapat banyak kesalahan, untuk itu kami membuka diri untuk menerima masukan baik kritik maupun saran. Semoga laporan desain produksi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

 Latar Belakang

“Indonesia On News” adalah portal media yang kami bentuk dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca media online maupun offline. Mampu memberikan berita yang akurat, sebagai media informasi terpercaya, dan bisa menyajikan-menyajikan informasi sesuai fakta. Memang walaupun tak mudah untuk mendapatkan informasi-informasi yang kami berikan kepada para pembaca.

“Indonesia On News” sendiri di pilih sebagai nama portal media kami agar mudah di ingat oleh seluruh para pemburu informasi. Filosofi nama tersebut kami artikan sebagai berikut :
Indonesia yang berarti ‘Berita ini mencakup hanya di indonesia saja’, On yang berarti ‘Berita tersebut ada dan terjadi di Indonesia’. Dan News adalah Susunan berita yang di satukan menjadi satu website portal media yang di beri link ‘indoonnews.blogspot.com’

Disini kami beranggotakan 3 orang yang terdiri dari 1 orang wanita dan 2 orang pria. Mengenai pembagian tugas, kami semua sepakat untuk melakukan semuanya. Karna semua anggota penasaran untuk menjadi reporter, kameraman dan lain-lain. Jadi kami putuskan agar semua anggota mencoba semua tugas.

Nadya

Deskripsi Tugas

Nama Reporter           : Nadya Vita Adisti

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : Hard News/News Bulletin

Narasumber                 : -   Pak Jangkung (Pedagang Daging)
                                       -   Pak Saipul (Masyarakat)
-          Ibu Revita (Dosen Ekonomi)

Tanggal Liputan           : 07 Juni 2016

Tempat Liputan            : - Pasar Rama Wismajaya, Bekasi Timur
                                       -  BSI Kaliabang

Judul                           :    Harga Daging Melonjak Drastis di Bulan Ramadhan

Lead                            : Seperti biasanya, pada bulan Ramadhan atau Lebaran. Semua bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, khususnya harga daging

Isi Berita                  :  
Seperti biasanya, pada bulan Ramadhan atau Lebaran. Semua bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, khususnya harga daging.
Seperti ditemui pedagang daging di lokasi pasar yang telah berjualan selama 2 tahun di pasar tersebut, ia mengatakan bahwa harga daging memang sedang naik 2% di bulan ramadhan ini. "sebelumnya harga daging seharga Rp.115.000 setelah mengalami kenaikan menjadi Rp.120.000" kata Jangkung selaku penjual daging. Dampak nya pun di rasakan oleh pedagang daging tersebut, seperti pelanggan yang rewel untuk menawar lagi pada harga tersebut. Pedagang daging tersebut berharap kepada pemerintah agar harga daging tidak mengalami kenaikan dan stabil sehingga pelanggan pun enak membeli dengan harga stabil tersebut.
Tanggapan salah satu pembeli, Saiful beranggapan bahwa kenaikan harga daging tersebut membuat para pembeli kebingungan dengan kenaikan tersebut dan beranggapan bahwa kenaikan harga pokok di bulan ramadhan termasuk hal yang biasa saja. "Kita juga jadi kebingungan ada yang naik ada yang tetap" ujar Saiful. Pembeli juga ingin harga yang standar saja seperti biasanya. Jika di bandingkan dengan pasar modern atau minimarket juga bisa jadi menjadi yang termurah karena adanya diskon, berbeda dengan di pasar tradisional. Pembeli juga berharap kepada pemerintah agar mematok harga daging yang terlalu naik terlalu drastis
Salah satu dosen Ekonomi di BSI pun beranggapan bahwa di bulan puasa pasti selalu naik, mulai dari bahan pokok menjadi mahal dan rutin setiap tahunnya. "Itu sudah biasa tidak perlu bingung" tegas Revita selaku dosen Ekonomi. Dan cara mengontrol dari kenaikan harga bahan pokok tersebut adalah mengontrol harga daging sehingga masyarakat mampu membeli bahan pokok tersebut dengan harga yang stabil karena masyarakat Indonesia tidak semua tergolong masyarakat kelas atas. Kenaikan harga bahan pokok di bulan puasa itu sudah wajar dan puncaknya pada hari lebaran.

Cuplikan Liputan    :



Video Wawancara :
                                                                 
                                         
                                         



_________________________________________________________________________

Deskripsi Tugas

Nama Reporter           : Nadya Vita Adisti

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : Soft News/News Magazine

Narasumber                 : Randy (Pemilik usaha)
                                       Muhammad Triyadi (Pembeli)

Tanggal Liputan           : 17 Juni 2016

Tempat Liputan            : Perumahan Pondok Ungu Permai.

Judul                           : Usaha kecil singkong thailand yang menguntungkan

Lead                            : Pengusaha yang berhasil mengembangkan usaha kecil singkong thailand menjadi usaha yang sangat menguntungkan

Isi Berita                       : 
Di zaman yang semakin canggih ini, singkong rebus sudah menjadi makanan yang hampir dilupakan. Namun tidak bagi Randy (20) yang merupakan salah satu mahasiswa di bsi. Bermula dari iseng-iseng, bisnis Singkong Thailand bisa menguntungkan dirinya.
"Awalnya iseng nyobain singkong rebus ditambah fla, eh ternyata enak" katanya. Bisnis berjualan singkong thailand yang sudah digelutinya selama kurang lebih setengah tahun ini berbuah hasil yang cukup besar.
Dirinya mengaku hasil penjualan bisa untuk ongkos kuliah dan jajan. "Lumayan, bisa buat isi kantong, sampingan jajan dan uang kuliah" tuturnya.
Usaha yang bertempat di perumahan pondok ungu permai blok a 16 no 5 bekasi utara tersebut sudah mulai banyak penggemarnya karna rasanya enak dan tampilannya yang unik.
Salah satu pembeli muhammad triyadi mengakui bahwa singkong thailand ini mempunyai rasa yang enak. "Rasanya enak, tidak seperti singkong rebus yang lain" katanya.
Ia juga mengaku harga dari singkong thailand ini cukup terjangkau yaitu Rp 10.000/pcs.
Video Wawancara  :


                                          


________________________________________________________________________

Deskripsi Tugas

Nama Reporter           : Nadya Vita Adisti

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : Soft News/News Magazine

Narasumber                 : Maryati (Penyiar)
                                       Ferdy (Pelajar)
Tanggal Liputan           : 17 Juni 2016

Tempat Liputan            : Perumnas 3, Bekasi Timur

Judul                             : Petasan membuat resah warga

Lead                              : Petasan memang sudah menjadi ciri khas bulan ramadhan, tidak heran penjualan petasan di bulan puasa ini semakin marak, tentu saja tingkat bahaya nya pun meningkat.

Isi Berita :
Petasan memang sudah menjadi ciri khas bulan ramadhan, tidak heran penjualan petasan di bulan puasa ini semakin marak, tentu saja tingkat bahaya nya pun meningkat.
Seperti sudah menjadi tradisi di bulan ramadhan penjualan petasan laku keras di pasaran. Tidak hanya anak anak yang membelinya namun orang dewasa pun ikut memeriahkan bulan ramadhan ini dengan petasan. Mulai dari petasan yang berbunyi biasa saja hingga yang berbunyi keras.
Bahaya dari petasan pun nampaknya sudah tidak di hiraukan oleh sang pembeli. Seperti yang dikatakan oleh ferdy (15) yang merupakan seorang pelajar, dia ber anggapan bahwa bermain petasan sangat mengasyikan "abisnya seru, asik banget main petasan bareng teman-teman" ujarnya.
Namun, kekhawatiran dirasakan oleh orang tua. Keselamatan sang anak terancam oleh sebuah petasan yang harganya sangat terjangkau itu. Salah satu orang tua yang tinggal di daerah perumnas 3 misalnya, maryati (45) dia beranggapan bahwa petasan sangat berbahaya. Dia mengatakan, "bahaya banget, apalagi harganya murah bisa dibeli pake uang jajan yg dikasih orang tua"
Tentunya ini menjadi PR yg sulit untuk orang tua agar bisa mengawasi anaknya dari bahaya bermain petasan.
                                   



                                      

Rabu, 15 Juni 2016

Kevin

Deskripsi Tugas

Nama Reporter            : Kevin Nuriana

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : News Bulletin

Narasumber                 : Yeni (Mahasiswa)
                                      Bu April (Dosen)
                                      Alams (Mahasiswa)
Tanggal Liputan          : 15 Juni 2016

Tempat Liputan           : Kampus BSI Kaliabang, Bekasi

Judul                             : Sikap anak murid yang memprihatinkan kepada guru nya.

Lead                           : Keputusan orang tua tentang hukuman guru terhadap muridnya, di tanggapi miring oleh masyarakat

Isi Berita                     :


Keputusan orang tua tentang hukuman guru terhadap muridnya, di tanggapi miring oleh masyarakat

Baru-baru ini banyak beredar foto-foto dan video murid SD (Sekolah Dasar) yang berperilaku tidak sopan kepada guru nya sendiri, ini menandakan bahwa moral murid SD sudah memprihatinkan, seorang guru pasti bakal menghukum murid nya yang melakukan pelanggaran terhadap aturan yang tertera, hukuman dari guru tersebut pun malah menjadi bumerang, karena beredar berita bahwa seorang guru yang menjewer murid nya karena berlaku tidak sopan kepada guru nya malah di laporkan ke pihak kepolisian oleh orang tua murid tersebut karena di nilai melakukan tindakan kekerasan.
Berita tersebut memancing pendapat para guru pengajar dan warga tentang kejadian yang miris tersebut. Salah satu mahasiswa BSI yang berpendapat tentang berita tersebut, bahwa perilaku anak-anak tersebut di akibatkan karena kualitas tontonan di televisi yang mengandung ajaran yang tidak baik sehingga mudah di contoh oleh anak-anak, Dia berpendapat tentang guru yang di laporkan polisi akibat menjewer murid nya, ‘Seharusnya orang tua mengerti tentang tingkah laku anak nya kepada gurunya, dan guru nya memang pantas memberi hukuman seperti itu, bukan malah orang tuanya melaporkan akibat kekerasan’. Dan seharusnya anak itu di didik mulai dari orang tua nya sendiri sehingga anaknya tidak melakukan tindakan seperti itu.

Salah satu mahasiswa juga berpendapat lain tentang konflik tersebut, Alam (19) berpendapat bahwa murid yang melakukan hal seperti itu wajar, wajar karena tergantung dari guru nya seperti apa memberikan perhatian kepada mereka, jika guru tersebut keras kepada murid nya otomatis murid nya pun merespon keras juga kepada guru tersebut, kebalikannya jika guru tersebut tidak keras kepada murid nya, muridnya pun akan menghormati nya. Dia membedakan generasi era 90 an dengan era sekarang, dimana dulu guru yang memberikan hukuman kepada murid dan orang tua nya pun mengerti, berbeda dengan era sekarang yang semakin kurang moralnya dan maklumat para orang tua nya.

Salah satu dosen di BSI pun melontarkan pendapat tentang berita tersebut, salah satu perilaku murid yang tidak sopan kepada guru itu sangat tidak patut di contoh, mengenai guru yang di kenai pidana akibat menjewer murid nya, beliau mengatakan bahwa di lihat dari sudut pandang mana tentang kebijakan tersebut, dari sudut pandang hukum dan sudut pandang masyarakat, jika dari sudut pandang hukum memang tindakan itu termasuk kekerasan, jika dipandang dari sudut pandang masyarakat itu bukan termasuk kekerasan malah termasuk efek jera kepada muridnya, dan sebaiknya guru menasehati muridnya saja. Sebaiknya juga anak pun di beri nasehat oleh orang tua nya sendiri mulai dari sejak kecil mana yang baik mana yang benar terutama mengarjarkan norma kesopanan. Begitu juga tontonan yang di tonton dan pergaulan nya juga di perhatikan, dilihat anak-anak memang mudah terpengaruh oleh tontonan dan pergaulan yang di lihat nya.




Cuplikan Video Wawancara :







     Deskripsi Tugas

Nama Reporter            : Kevin Nuriana

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : News Bulletin

Narasumber                 : Alam (Pengunjung Warnet)
                                      Panji (Pengunjung Warnet)
                                      Wildan (Gamers)

Tanggal Liputan          : 13 Juni 2016
                                       20 Juni 2016

Tempat Liputan           : Pandawa.NET, Cakung. Jakarta Timur
                                       Perumahan Candrabaga, Bekasi Utara
Judul                            : KPAI blokir 15 game online yang berbahaya bagi anak

Lead                           : KPAI mengklaim telah merilis daftar blokir 15 game online yang mengandung kekerasan, sex. Game-game tersebut dinilai KPAI tidak mendidik bagi anak di bawah umur karena mengandung unsur tindakan kekerasan yang tidak baik untuk anak.

Isi Berita                     :
      KPAI mengklaim telah merilis daftar blokir 15 game online (19/5) yang mengandung kekerasan, sex. Game-game tersebut dinilai KPAI tidak mendidik bagi anak di bawah umur karena mengandung unsur tindakan kekerasan yang tidak baik untuk anak.
      KPAI menganggap bahwa bibit dari peristiwa yang memakan korban khususnya anak-anak adalah kurangnya pengawasan orang tua dalam mengawasi kegiatan anak-anak yang sibuk dengan game nya sendiri, bahkan anak-anak sekarang kebanyakan bermain di warnet, dan jarang bersosialisasi dengan orang tua. Maka dari itu KPAI berpendapat bahwa game yang di sediakan di warnet rata-rata mengandung unsur kekerasan, sehingga anak-anak ikut terpengaruh dalam isi game tersebut.
      Seorang pengunjung warnet yang berpendapat tentang keputusan KPAI memblokir 15 game online tersebut di kritik oleh beliau, beliau berpendapat bahwa mereka tidak ada hiburan di rumah, dia bilang bahwa acara-acara di tv pun ikut terkena imbas nya akibat ada unsur kekerasan dan akibatnya acara anak pun ikut perlahan menghilang, dan dia mengklaim bahwa KPAI di nilai egois dalam mengambil keputusan. Saat di tanya kebanyakan game mengandung kekerasan, dia berpendapat bahwa semua itu tergantung dengan diri masing-masing yang bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak baik, dia bilang bahwa tidak semua game mengandung unsur negative, game pun banyak positif nya, salah satu contoh nya bisa menambah wawasan.
      Salah satu pengunjung yang katanya sudah lama bermain di warnet tersebut berpendapat, bahwa di dalam game tersebut tidak perlu di blokir, jika di blokir maka KPAI sama saja mengganggu hobi mereka. Dia dengan tegas game itu adalah hiburan dan hobi satu-satu nya yang bisa di luapkan, dan mengatakan bahwa semua tergantung individual masing-masing, tiap anak mempunyai tipikal masing-masing seperti ada yang suka game yang tembak-tembakan, kekerasan, perang-perangan, jika yang sex itu tergantung dengan diri masing-masing menyikapi nya. Anak pun perlu di latih mental nya oleh orang tua agar tidak melakukan kejahatan.
       Tidak lupa saya bertanya kepada salah satu penggemar game online, Wildan (19) untuk di mintai pendapat dia tentang kebijakan KPAI ini. Dia berpendapat bahwa memang tiap game ada mengandung segi kekerasan walaupun tidak semua nya, sebagai penggemar game yang di jadikan nya hobi untuk menghilangkan rasa bosan merasa tidak terima dengan kebijakan tersebut, dia merasa tidak pernah melihat dengan mata sendiri kejadian yang menimpa anak-anak yang melakukan tindakan pelecehan selain di berita, dia beranggap bahwa game pasti ada positif nya contoh nya sedikit demi sedikit kita bisa memahami bahasa inggris/asing, bisa mengikuti kompetisi game yang hadiah juga tidak main-main, jadi dia berharap KPAI untuk berpikir 2 kali untuk melakukan kebijakan ini.

      

Video Wawancara               :


_________________________________________________________________________

          Deskripsi Tugas

Nama Reporter            : Kevin Nuriana

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : News Magazine

Narasumber                 : Della (Mahasiswa)
                                       Desi (Mahasiswa)
                                       Rafaf (Anak-anak)
                                       Ibu Melly (Orang tua)

Tanggal Liputan          : 20-21 Juni 2016

Tempat Liputan           : BSI Kaliabang, Bekasi Utara
                                      Kantin Mama Eko, Bekasi Utara

Judul                            : Minimnya acara anak di televisi

Lead               : Acara anak semakin menipis di pertelevisian Indonesia, ini semakin memperihatinkan untuk generasi sekarang yang malah anak-anak menonton tontonan yang bukan pada umurnya. Miris nya lagi acara yang ber genre R (Remaja) malah semakin menjamur, dan anak-anak pun mudah mencontoh apa yang di tonton.

Isi Berita                      : 
Acara anak semakin menipis di pertelevisian Indonesia, ini semakin memperihatinkan untuk generasi sekarang yang malah anak-anak menonton tontonan yang bukan pada umurnya. Miris nya lagi acara yang ber genre R (Remaja) malah semakin menjamur di pertelevisian Indonesia, dan anak-anak pun mudah mencontoh apa yang di tonton.
Mirisnya kejadian ini membuat sejumlah mahasiswa BSI pun ikut mengkritik pedas tentang minimnya acara anak di televisi Indonesia, salah satu nya Della (18) yang mengaku sering memantau acara-acara televisi sekarang ini, Dia berkata acara-acara di televisi sekarang begitu tidak penting untuk anak-anak. Dia berharap ada channel khusus di jam tertentu dimana anak-anak bisa menyaksikan acara yang sesuai dengan umur nya dan mengurangi acara-acara bergenre Remaja , karena anak-anak bakalan mudah menyaring dan mencontoh tiap adegan di sinetron. Dan dia harap para orang tua juga mengawasi anak nya dalam menonton tiap program televisi, perlu di perhatikan genre-genre yang di tonton oleh anaknya.
Seorang mahasiswa yang tegas menentang acara yang kurang pas untuk anak di bawah umur, Desi (20) mengkritik, acara televisi indonesia sangat sedikit untuk anak biasanya dulu pagi hari tepatnya minggu banyak sekali acara untuk anak, nyatanya sekarang perlahan menghilang bahkan bisa di hitung jari. Dia melihat banyak sekali acara-acara drama, sinetron, FTV yang menjamur tiap siang dan malam, dan itu tidak baik untuk anak karena banyak adegan kekerasan, kejahatan yang bisa saja mudah di tiru oleh anak-anak. Berharap KPI menyediakan channel khusus 1x24 jam yang isi nya program khusus anak-anak, sehingga anak pun tidak dewasa tidak pada waktunya.Tapi tetap saja peran orang tua sangat penting untuk anak, dimana orang tua bisa membimbing anaknya agar mendapatkan tontonan yang layak untuk umurnya.
Bertemu seorang anak kecil, Rafaf (9) menjawab pertanyaan yang kami lempar tentang tontonan dia, dia menjawab 'Aku suka nonton kartun pas pagi aja, tapi sekarang udah ngilang acara kesukaanku' ujarnya. Dia sepertinay kecewa dengan makin hilangnya acara khusus anak di TV.
Saya bertemu orang tua Rafaf, orang tua nya pun suka mengawasi anaknya dalam mengkonsumsi acara yang di tonton nya, karena  semenjak dia melihat berita bahwa makin menjamur acara-acara yang bukan khusus untuk anak. Jadi daripada sebelum menjadi-jadi orang tua Rafaf lebih waspada kepada anaknya.
Video  Wawancara :



_____________________________________________________________________________


Deskripsi Tugas.

Nama Reporter            : Kevin Nuriana

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : News Magazine

Narasumber                 : - Iman (Pengurus pembagian takjil)
-          Haikal (Pengunjung)

Tanggal Liputan          : 09 Juni 2016

Tempat Liputan           : Masjid Jami Al-Azhar, Bekasi Barat

Judul                            : Pembagian Takjil Di Masjid Jami Al-Azhar, disambut antusias warga Bekasi

Lead                            : Masjid Jami Al-Azhar, Bekasi Barat. Kembali mengadakan berbuka bersama di bulan Ramadhan tahun ini. Masjid yang terletak di samping Kali Malang. Bekasi Barat, Tepatnya di samping kampus Gunadarma ini membagikan takjil secara cuma-cuma, warga pun ikut antusias mengikuti acara tersebut, tidak terkecuali kalangan orang yang tidak mampu maupun orang-orang pekerja yang habis pulang kerja dan yang hanya sekedar mampir ke masjid ini.

Isi Berita                     :
Masjid Jami Al-Azhar, Bekasi Barat. Kembali mengadakan berbuka bersama di bulan
Ramadhan tahun ini. Masjid yang terletak di samping Kali Malang. Bekasi Barat, Tepatnya di
samping kampus Gunadarma ini membagikan takjil secara cuma-Cuma. Warga pun ikut
antusias mengikuti acara tersebut, tidak terkecuali kalangan orang yang tidak mampu maupun
orang-orang pekerja yang habis pulang kerja dan yang hanya sekedar mampir ke masjid ini.
Bertemu dengan salah satu pengurus sekaligus panitia pembagian takjil, ia mengatakan
bahwa takjil tersebut sebagian di khususkan bagi anak yatim. Narasumber berkata bahwa
takjil tersebut diolah dari ibu-ibu majelis ta’lim. Soal berapa biaya nya, ia berkata sekitar
Rp.15.000 per bungkus. Rata-rata yang menerima takjil tersebut adalah di kalangan anak
kecil yang tidak mampu.
Salah satu pengunjung yang tiap hari nya mengikuti kegiatan ini karena berdekatan dengan
kampus nya berpendapat, takjil nya cukup enak dan harapan untuk takjil nya sendiri untuk kedepan agar lebih menarik pengunjung lagi dan rata-rata orang ikut acara tersebut hanya sekedar kebetulan lewat saja, ada yang hanya mencicipi takjil nya saja.


Foto Portal                  :




 Video Wawancara : 

_______________________________________________________________________

Deskripsi Tugas

Nama Reporter           : Naufal Al Fawwizt

Nama Portal Berita     : Indonesia On News

Format Berita              : News Bulletin

Narasumber                 : - Warga Sekitar

Tanggal Liputan           : 09 Juni 2016

Tempat Liputan            : Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur

Lead                             :   Kebakaran hebat akibat di pemukiman warga samping rel jalan baru, api berasal dari kabel sinyal yang terbakar.

Isi Berita                     :
Kebakaran hebat akibat di pemukiman warga samping rel jalan baru, api berasal dari kabel sinyal yang terbakar.
Karena tawuran yang terjadi malam itu, mengakibatkan kebakaran di jalan sekitar jalan baru dan mengalami kemacetan, sementara itu kereta rangkaian listrik juga mengalami gangguan, rangkaian kereta tertumpuk di stasiun kranji, stasiun cakung, stasiun klender baru. Beruntungnya kebakaran tidak menyebabkan korban jiwa. 
Saat ditanya warga sekitar, mereka mengklaim bahwa memang benar kebakaran tersebut di akibatkan tawuran warga dan terjadi jam 5 pagi atau sehabis subuh. Dan warga sekitar juga terganggu aktivitas nya akibat peristiwa tersebut, seperti kabel sinyal yang terbakar akibat tawuran tersebut, aktivitas jadwal KRL pun ikut macet akibat peristiwa tersebut.



Foto Portal :