Deskripsi Tugas
Nama Reporter :
Kevin Nuriana
Nama Portal Berita :
Indonesia On News
Format Berita :
News Bulletin
Narasumber :
Alam (Pengunjung Warnet)
Panji (Pengunjung Warnet)
Wildan (Gamers)
Tanggal Liputan :
13 Juni 2016
20 Juni 2016
Tempat Liputan :
Pandawa.NET, Cakung. Jakarta Timur
Perumahan Candrabaga, Bekasi Utara
Judul :
KPAI blokir 15 game online yang berbahaya bagi anak
Lead :
KPAI mengklaim telah merilis daftar blokir 15 game online yang mengandung
kekerasan, sex. Game-game tersebut dinilai KPAI tidak mendidik bagi anak di
bawah umur karena mengandung unsur tindakan kekerasan yang tidak baik untuk
anak.
Isi Berita :
KPAI
mengklaim telah merilis daftar blokir 15 game online (19/5) yang mengandung kekerasan,
sex. Game-game tersebut dinilai KPAI tidak mendidik bagi anak di bawah umur
karena mengandung unsur tindakan kekerasan yang tidak baik untuk anak.
KPAI
menganggap bahwa bibit dari peristiwa yang memakan korban khususnya anak-anak
adalah kurangnya pengawasan orang tua dalam mengawasi kegiatan anak-anak yang
sibuk dengan game nya sendiri, bahkan anak-anak sekarang kebanyakan bermain di
warnet, dan jarang bersosialisasi dengan orang tua. Maka dari itu KPAI
berpendapat bahwa game yang di sediakan di warnet rata-rata mengandung unsur
kekerasan, sehingga anak-anak ikut terpengaruh dalam isi game tersebut.
Seorang
pengunjung warnet yang berpendapat tentang keputusan KPAI memblokir 15 game
online tersebut di kritik oleh beliau, beliau berpendapat bahwa mereka tidak
ada hiburan di rumah, dia bilang bahwa acara-acara di tv pun ikut terkena imbas
nya akibat ada unsur kekerasan dan akibatnya acara anak pun ikut perlahan
menghilang, dan dia mengklaim bahwa KPAI di nilai egois dalam mengambil
keputusan. Saat di tanya kebanyakan game mengandung kekerasan, dia berpendapat
bahwa semua itu tergantung dengan diri masing-masing yang bisa membedakan mana
yang baik mana yang tidak baik, dia bilang bahwa tidak semua game mengandung
unsur negative, game pun banyak positif nya, salah satu contoh nya bisa
menambah wawasan.
Salah satu
pengunjung yang katanya sudah lama bermain di warnet tersebut berpendapat,
bahwa di dalam game tersebut tidak perlu di blokir, jika di blokir maka KPAI
sama saja mengganggu hobi mereka. Dia dengan tegas game itu adalah hiburan dan
hobi satu-satu nya yang bisa di luapkan, dan mengatakan bahwa semua tergantung
individual masing-masing, tiap anak mempunyai tipikal masing-masing seperti ada
yang suka game yang tembak-tembakan, kekerasan, perang-perangan, jika yang sex
itu tergantung dengan diri masing-masing menyikapi nya. Anak pun perlu di latih
mental nya oleh orang tua agar tidak melakukan kejahatan.
Tidak lupa saya bertanya kepada salah satu penggemar
game online, Wildan (19) untuk di mintai pendapat dia tentang kebijakan KPAI
ini. Dia berpendapat bahwa memang tiap game ada mengandung segi kekerasan
walaupun tidak semua nya, sebagai penggemar game yang di jadikan nya hobi untuk
menghilangkan rasa bosan merasa tidak terima dengan kebijakan tersebut, dia
merasa tidak pernah melihat dengan mata sendiri kejadian yang menimpa anak-anak
yang melakukan tindakan pelecehan selain di berita, dia beranggap bahwa game
pasti ada positif nya contoh nya sedikit demi sedikit kita bisa memahami bahasa
inggris/asing, bisa mengikuti kompetisi game yang hadiah juga tidak main-main,
jadi dia berharap KPAI untuk berpikir 2 kali untuk melakukan kebijakan ini.
Video Wawancara :
_________________________________________________________________________
Deskripsi Tugas
Nama Reporter : Kevin Nuriana
Nama Portal Berita : Indonesia On News
Format Berita : News Magazine
Narasumber : Della (Mahasiswa)
Desi (Mahasiswa)
Rafaf (Anak-anak)
Ibu Melly (Orang tua)
Tanggal Liputan : 20-21 Juni 2016
Tempat Liputan : BSI Kaliabang, Bekasi Utara
Kantin Mama Eko, Bekasi Utara
Judul : Minimnya acara anak di televisi
Lead : Acara anak semakin menipis di pertelevisian Indonesia, ini semakin memperihatinkan untuk generasi sekarang yang malah anak-anak menonton tontonan yang bukan pada umurnya. Miris nya lagi acara yang ber genre R (Remaja) malah semakin menjamur, dan anak-anak pun mudah mencontoh apa yang di tonton.
Isi Berita :
Acara anak semakin menipis di pertelevisian Indonesia, ini semakin memperihatinkan untuk generasi sekarang yang malah anak-anak menonton tontonan yang bukan pada umurnya. Miris nya lagi acara yang ber genre R (Remaja) malah semakin menjamur di pertelevisian Indonesia, dan anak-anak pun mudah mencontoh apa yang di tonton.
Mirisnya kejadian ini membuat sejumlah mahasiswa BSI pun ikut mengkritik pedas tentang minimnya acara anak di televisi Indonesia, salah satu nya Della (18) yang mengaku sering memantau acara-acara televisi sekarang ini, Dia berkata acara-acara di televisi sekarang begitu tidak penting untuk anak-anak. Dia berharap ada channel khusus di jam tertentu dimana anak-anak bisa menyaksikan acara yang sesuai dengan umur nya dan mengurangi acara-acara bergenre Remaja , karena anak-anak bakalan mudah menyaring dan mencontoh tiap adegan di sinetron. Dan dia harap para orang tua juga mengawasi anak nya dalam menonton tiap program televisi, perlu di perhatikan genre-genre yang di tonton oleh anaknya.
Seorang mahasiswa yang tegas menentang acara yang kurang pas untuk anak di bawah umur, Desi (20) mengkritik, acara televisi indonesia sangat sedikit untuk anak biasanya dulu pagi hari tepatnya minggu banyak sekali acara untuk anak, nyatanya sekarang perlahan menghilang bahkan bisa di hitung jari. Dia melihat banyak sekali acara-acara drama, sinetron, FTV yang menjamur tiap siang dan malam, dan itu tidak baik untuk anak karena banyak adegan kekerasan, kejahatan yang bisa saja mudah di tiru oleh anak-anak. Berharap KPI menyediakan channel khusus 1x24 jam yang isi nya program khusus anak-anak, sehingga anak pun tidak dewasa tidak pada waktunya.Tapi tetap saja peran orang tua sangat penting untuk anak, dimana orang tua bisa membimbing anaknya agar mendapatkan tontonan yang layak untuk umurnya.
Bertemu seorang anak kecil, Rafaf (9) menjawab pertanyaan yang kami lempar tentang tontonan dia, dia menjawab 'Aku suka nonton kartun pas pagi aja, tapi sekarang udah ngilang acara kesukaanku' ujarnya. Dia sepertinay kecewa dengan makin hilangnya acara khusus anak di TV.
Saya bertemu orang tua Rafaf, orang tua nya pun suka mengawasi anaknya dalam mengkonsumsi acara yang di tonton nya, karena semenjak dia melihat berita bahwa makin menjamur acara-acara yang bukan khusus untuk anak. Jadi daripada sebelum menjadi-jadi orang tua Rafaf lebih waspada kepada anaknya.
Video Wawancara :
_____________________________________________________________________________
Deskripsi Tugas.
Nama Reporter :
Kevin Nuriana
Nama Portal Berita :
Indonesia On News
Format Berita :
News Magazine
Narasumber :
- Iman (Pengurus pembagian takjil)
-
Haikal (Pengunjung)
Tanggal Liputan :
09 Juni 2016
Tempat Liputan :
Masjid Jami Al-Azhar, Bekasi Barat
Judul :
Pembagian Takjil Di Masjid Jami Al-Azhar, disambut antusias warga Bekasi
Lead :
Masjid Jami Al-Azhar, Bekasi Barat. Kembali mengadakan berbuka bersama di bulan
Ramadhan tahun ini. Masjid yang terletak di samping Kali Malang. Bekasi Barat,
Tepatnya di samping kampus Gunadarma ini membagikan takjil secara cuma-cuma,
warga pun ikut antusias mengikuti acara tersebut, tidak terkecuali kalangan
orang yang tidak mampu maupun orang-orang pekerja yang habis pulang kerja dan
yang hanya sekedar mampir ke masjid ini.
Isi Berita :
Masjid Jami Al-Azhar, Bekasi Barat. Kembali mengadakan
berbuka bersama di bulan
Ramadhan tahun ini. Masjid yang terletak di samping
Kali Malang. Bekasi Barat, Tepatnya di
samping kampus Gunadarma ini membagikan takjil secara
cuma-Cuma. Warga pun ikut
antusias mengikuti acara tersebut, tidak terkecuali
kalangan orang yang tidak mampu maupun
orang-orang pekerja yang habis pulang kerja dan yang
hanya sekedar mampir ke masjid ini.
Bertemu dengan salah satu pengurus sekaligus panitia
pembagian takjil, ia mengatakan
bahwa takjil tersebut sebagian di khususkan bagi anak
yatim. Narasumber berkata bahwa
takjil tersebut diolah dari ibu-ibu majelis ta’lim.
Soal berapa biaya nya, ia berkata sekitar
Rp.15.000 per bungkus. Rata-rata yang menerima takjil
tersebut adalah di kalangan anak
Salah satu pengunjung yang tiap hari nya mengikuti
kegiatan ini karena berdekatan dengan
kampus nya berpendapat, takjil nya cukup enak dan harapan
untuk takjil nya sendiri untuk kedepan agar lebih menarik pengunjung lagi dan
rata-rata orang ikut acara tersebut hanya sekedar kebetulan lewat saja, ada
yang hanya mencicipi takjil nya saja.
Foto Portal :


Video Wawancara :
_______________________________________________________________________
Deskripsi Tugas
Nama Reporter : Naufal Al Fawwizt
Nama Portal Berita : Indonesia On News
Format Berita : News Bulletin
Narasumber : - Warga Sekitar
Tanggal Liputan : 09 Juni 2016
Tempat Liputan : Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur
Lead : Kebakaran hebat akibat di pemukiman warga samping rel jalan baru, api berasal dari kabel sinyal yang terbakar.
Isi Berita :
Kebakaran hebat akibat di pemukiman warga samping rel jalan baru, api berasal dari kabel sinyal yang terbakar.
Karena tawuran yang terjadi malam itu, mengakibatkan kebakaran di jalan sekitar jalan baru dan mengalami kemacetan, sementara itu kereta rangkaian listrik juga mengalami gangguan, rangkaian kereta tertumpuk di stasiun kranji, stasiun cakung, stasiun klender baru. Beruntungnya kebakaran tidak menyebabkan korban jiwa.
Saat ditanya warga sekitar, mereka mengklaim bahwa memang benar kebakaran tersebut di akibatkan tawuran warga dan terjadi jam 5 pagi atau sehabis subuh. Dan warga sekitar juga terganggu aktivitas nya akibat peristiwa tersebut, seperti kabel sinyal yang terbakar akibat tawuran tersebut, aktivitas jadwal KRL pun ikut macet akibat peristiwa tersebut.
Foto Portal :